Segenap Keluarga Besar Kusuma Group mengucapkan "SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1435 H" Mohon maaf Lahir dan Batin

Minggu, 14 Oktober 2012

UN 2013 Nilai Rata-rata Tetap 5,5 Soal Sulit Naik 10%

"Tiada Kata Seindah Doa"

Ujian Nasional (UN) tahun 2013 memang masih menyisakan beberapa bulan lagi, menurut kalender pendidikan akan dilaksanakan bulan April 2013 untuk jenjang SMP dan SMA, sedangkan untuk SD bulan Mei 2013.


Pro dan kontra pelaksanaan UN sebagai penentu kelulusan terus berlangsung. Ada yang meminta UN dihentikan, ada yang menginginkan UN tetap berlangsung tetapi tidak menentukan kelulusan, ada juga yang menginginkan biarlah UN jadi penentu kelulusan.

Terlepas dari itu semua, ternyata tahun ini UN akan kembali dilaksanakan sesuai dengan rencana. Untuk prosedur pelaksanaan UN masih dalam tahap pembahasan, akan tetapi menurut berita di http://jpnn.com disebutkan bahwa untuk tahun ini UN 2013 rata-rata nilai akhir tetap 5,5 dengan syarat tingkat kesukaran soal yang masuk kriteria soal sulit naik 10%. Jika tahun sebelumnya soal dengan kriteria sulit hanya 10% maka pada tahun ini naik menjadi 20%.

Berikut berita yang dikutip dari http://www.jpnn.com/ yang dimuat tanggal 14 Oktober 2012 :

JAKARTA - Pemerintah sedang menggodok skema peningkatan kualitas ujian nasional (unas) SMP dan SMA tahun depan. Meski belum ada ketetapan, kecenderungannya ada pada penambahan jumlah butir soal ujian yang masuk kategori sulit. Ini sebagai konsekuensi jika nantinya nilai minimal kelulusan unas tidak ditingkatkan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Khairil Anwar Notodiputro saat dihubungi kemarin (13/10) menjelaskan, memang ada dua opsi peningkatan kualitas unas tahun depan (selengkapnya lihat grafis). 

"Dua opsi ini akan diputuskan setelah kami menyelenggarakan lokakarya tentang ujian nasional dulu," katanya.

Khairil menjelaskan, hasil lokakarya tersebut bakal menjadi salah satu rujukan untuk menentukan kebijakan strategis terkait penyelenggaraan unas 2013. Termasuk memastikan skema memperbanyak soal ujian yang masuk kategori sulit.

Pada unas 2012 lalu persentase butir soal yang masuk kategori sulit atau sukar hanya 10 persen. Untuk tahun depan, Kemendikbud sedang mematangkan untuk melipatgandakan jumlah soal sulit tadi menjadi 20 persen.

Adapun butir soal kategori sedang akan menyusut, dari 80 persen di tahun ini menjadi 70 persen tahun depan. Sedangkan untuk butir soal kategori mudah tahun depan tetap dipertahankan sebesar 10 persen saja.

Kemendikbud berkomitmen, bagaimanapun caranya, kualitas unas, khususnya SMA, tahun depan harus ditingkatkan. Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan, peningkatan kualitas unas itu harus dilakukan karena unas menjadi salah satu acuan penerimaan calon mahasiswa baru melalui SNM PTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri) jalur undangan. 

Sebagaimana diketahui, tahun depan kuota SNM PTN jalur undangan ditingkatkan menjadi  50 persen dari total kursi mahasiswa baru.

Nuh mengatakan, skenario meningkatkan passing grade kelulusan unas juga masih terbuka. Sebagaimana diketahui, pada unas tahun ini passing grade atau rata-rata nilai minimal adalah 5,5. 

Tahun depan, passing grade ini tidak menutup kemungkinan dinaikkan menjadi 6. "Skenario lain selain menaikkan passing grade tadi adalah, derajat kesulitan soal ujian dinaikkan," kata mantan rektor ITS itu. (wan/ttg)

15 komentar:

Anonim mengatakan...

dengan ini mestinya bisa mengatur diri untuk hidup ke depan

Dariyanto (Totok) mengatakan...

Yang jelas semua warga sekolah baik guru, siswa maupun orang tua murid harus mempersiapkan mulai dari sekarang.

Anonim mengatakan...

Kenapa hasil UNAS hrs jd acuan smptn pdhal sdh jd rahasia umum bahwa ketika unas byk siswa2 yg mendpt bocoran jawaban.

Dariyanto (Totok) mengatakan...

Sistem UN tahun ini akan sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Semoga tidak ada lagi kecurangan dalam UN.
Semua tergantung manusianya

Anonim mengatakan...

bagaimana kalu pensiunan 1 desember 2012 apakah mendapat pesangon atau gaji bulanan ?
kalau pesangon bagaiman cara perhitungan nya ?
saya PNS gol IIIC

Sukajaya Bloger mengatakan...

UN tetap dilaksanakan ok lah, tetapi jangan dijadikan syarat kelulusan. Guru siswa semua yang terkait harus mempersiapkan dengan baik. Semoga sukses....

Anonim mengatakan...

ah,pusing un mkin slittttt

Anonim mengatakan...

Untuk berhasil dalam UN Siswa itu harus belajar keras dan belajar cerdas dan selalu memperhatikan petunjuk yang sudah disampaikan oleh Guru yang membibing sejak permulaan mereka masuk SMA. Sisa waktu digunakan secara efektif dan efisien sehingga pada saatnya nanti UN dapat diselesaikan dengan Sempurnah/

Anonim mengatakan...

Untuk berhasil dalam UN Siswa itu harus belajar keras dan belajar cerdas dan selalu memperhatikan petunjuk yang sudah disampaikan oleh Guru yang membibing sejak permulaan mereka masuk SMA. Sisa waktu digunakan secara efektif dan efisien sehingga pada saatnya nanti UN dapat diselesaikan dengan Sempurnah/(Moh. Amilin, S.Sos)

Anonim mengatakan...

Kalau banyak yg tdk LULUS gimana cara mengatasi pak,
dan apa udah siap siswa/orang tua menerima kenyataan??//

Anonim mengatakan...

agar UN lulus pihak sekolah kasih saja muridnya soal soal UN selama tiga tahun mosok tidak lulus? soal raport sekolah sih, yah diatur saja mau dikasih nilai berapa...

Anonim mengatakan...

Saya bingung dg pendidikan sekarang...knp jd bgini? siapa yg salah sbnarny...sy lbih stuju pd EBTANAS wktu sy sklh dulu...semua murni krn standarny jumlah dan minimal nlai,sy bingung....mngkin lbih baik d hilangkan sj UN....dan seringlah pengawas datang k sklh utk supervisi, baik supervisi mengajar guru,maupun supervisi utk kpl sklh dlm pengelolaan sklh...yg ada pelanggaran d ksh sangsi yg agak tegas...


Anonim mengatakan...

Sy cinta Tanah Air sy, rsny sy ingin bicara dg org yg bnr2 kompeten dan bs d percaya utk curhat....tlng cek den sring2 periksa sklh2 d mnpun brd...cek bngamana penyelengaraany..bgaimn pngelolaan leuanganny..bgaimn kpl sklhny...tlng pilih kpl sklh yg bnr2 berdedikasi tnggi, bnr2 pny kemampuan dan berbudi luhur...TOOOLLLOOOOONGGGG....!

Dariyanto (Totok) mengatakan...

Penentuan kelulusan dengan memperhitungkan nilai UN sebetulnya sudah ada sejak dulu (dulu=EBTANAS). perbedaannya adalah anak sekolah dulu lebih fokus belajar, menghormati dan menuruti apa kata guru; sehingga tidak pernah ada rasa takut dalam menghadapi soal-soal EBTANAS karena sudah siap sejak awal.
anak sekarang....?

Anonim mengatakan...

pemerintah harusnya menyadari bahwa kualitas murid murid di indonesia masih rendah

Poskan Komentar

Jika tidak mempunyai account,
pada comment as silahkan pilih Anonymous
Mohon dengan bahasa yang sopan.
Terima Kasih.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls