Alhamdulillah... setelah sekian lama (hampir 1 tahun) tidak bisa dibuka karena laptop admin bermasalah, tepat pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H bisa dikelola kembali. Terima kasih telah berkunjung ke halaman ini

Rabu, 13 Maret 2013

UN 2013 Siswa Tidak Perlu Isi Kode Soal

"Tiada Kata Seindah Doa"

Setelah beberapa hari tidak bisa memberikan informasi karena disibukkan dengan tugas-tugas terutama mengurus peserta didik kelas 9, Alhamdulillah hari ini bisa menyempatkan diri untuk menulis lagi.

Ujian Nasional 2013 sudah ada di depan mata. Seperti yang tertuang di POS UN 2013 bahwa UN kali ini terdapat 20 paket soal, dimana setiap anak dalam satu ruang jelas tidak akan pernah menerima paket yang sama.


Dengan 20 paket soal siswa tidak perlu resah takut akan kesalahan menulis kode soal sehingga dapat merugikan siswa itu sendiri. Tahun lalu dengan 5 soal pengawas dibuat bingung dan bahkan ada pemberian soal ke anak yang tidak sesuai dengan denah yang ada dalam ruang tersebut, maka untuk tahun ini kesalahan tersebut dapat dihindari.

Walaupun sebetulnya tahun lalu kesalahan membagikan soal tidak masalah jika anak menuliskan kode soal dalam lembar jawab sesuai dengan kode yang ada di lembar soal yang diterimanya. Namun banyak anak yang was-was akan tidak lulus karena salah menerima paket soal. Ini dibuktikan dengan puluhan orang yang menghubungi saya karena kesalahan menerima paket soal.

Untuk tahun ini sesuai informasi yang kami terima, siswa tidak perlu menuliskan kode soal pada lembar jawab. Mengapa demikian...? Apakah kunci jawaban semua sama....? Tentunya tidak seperti itu.

Ujian Nasional tahun 2013 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun sebelumnya amplop soal dan amplop lembar jawaban dipisah, maka untuk tahun 2013 ini akan disatukan dalam satu amplop. Setiap paket soal pada lembar terakhir terdapat lembar jawab sehingga anak tinggal mengisi biodata yang ada di lembar soal kemudian mengisi biodata pada lembar jawab. Pada lembar soal dan lembar jawab terdapat BARCODE yang sama sehingga tidak mungkin akan ada perbedaan antara kode soal dengan kode pada lembar jawab. Dengan demikian secara otomatis lembar jawab siswa tersebut dalam koreksi oleh komputer akan menggunakan kunci jawaban yang sama dengan soal yang dia terima.

Dengan cara tersebut maka kemungkinan kesalahannya sangat kecil. Informasi ini didapatkan dari beberapa media. Untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan langsung ke dinas pendidikan setempat.

Salah satu media yang menginformasikan hal tersebut adalah http://www.jpnn.com/

Berikut beritanya :

BATAM - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2013 ini akan mengadopsi sistem barcode. Ini dimaksudkan untuk mengurangi tingkat kecurangan dan kebocoran dalam pelaksanaan UN bulan April dan Mei mendatang
.
Ketua Panitia UN 2013 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Atmadinata menyatakan, setiap peserta UN nantinya akan mendapatkan satu set soal dan lembar jawaban. Baik soal maupun lembar jawaban itu akan memiliki kode barcode yang sama
.
Kemungkinan tertukar untuk soal dan lembar jawaban itu sangat kecil. Pasalnya, antara soal dan lembar jawaban sudah disusun layaknya sebuah tiket angkutan umum, seperti pada bus atau kereta api.

Para siswa harus menerima paket tersebut secara utuh. Mereka tak lagi harus menulis kode soal pada lembar jawaban, seperti pada UN tahun-tahun sebelumnya. Sebagai gantinya, mereka harus mengisi identitas diri pada soal dan lembar jawaban
.
“Jadi setelah siswa itu mengisi identitas diri di soal, mereka bisa memisahkan soal dan lembar jawaban dengan cara disobek. Baru kemudian mengisi identitas diri di lembar jawaban,” kata Atmadinata saat ditemui di gedung Wali Kota Batam seperti yang dilansir Batam Pos (JPNN Group), Selasa (12/3). (ceu)

10 komentar:

Anonim mengatakan...

Kalau mau mlihat indonesia ini sukses trhindar dari kemiskinan mending ujianya di hapuskan saja, biarlah gru yg menentukan kelulusanya karna dialah yg tau mna siswa-siswinya yg baik dan pintar. krna aku lihat kebanyakan siswa-siswi yg nakal lulus dan lihat apa jadinya dia jdi koruptor

WAsSALAM

Dariyanto (Totok) mengatakan...

tidak semua anak nakal saat sekolah belum tentu ketika bekerja jadi koruptor. Bahkan banyak anak nakal ketika sekolah, setelah bekerja justru malah disiplin dan ikuti aturan yang ada.
Menurut pandangan saya UN jangan sampai dihapus, tetapi kelulusan diserahkan ke sekolah bukan ditentikan oleh hasil UN.

Tashari mengatakan...

Siswa jd anak yg curang, suka nyontek karena UN jd standar kelulusan. UN silakan jalan terus, tapi kelulusan biarlah guru dan sekolah yang bersangkutan yang menentukan. itu baru adil.

Anonim mengatakan...

suck

Anonim mengatakan...

setuju

Anonim mengatakan...

yang penting happy ajalah

prisillajaah selalu cetya mengatakan...

Pak
Tlng kirim kn soal" uan k email sy pak
Tlng y pak
Secepat mungkin
Trimah ksih

Dariyanto (Totok) mengatakan...

@prisillajaah: alamatnya mana...?

ayib adam al - mahjub mengatakan...

Krim juga pak, latihan soal IPA,B.indonesia dan B.inggris dong y pak ke
e-mail ayibagus28@gmail.com
klo bisa secepatnya ya pak, dlm bntuk pdf aj y pak biar kecil kapasitasnya, klo bisa secpatnya y pak, nih no hp sya 087715723239 klo sudah bapak kirim tlong sms k no itu ya, smblumnya maksih dlu y pak.

Anonim mengatakan...

NIMBRUNG DIKIT..... SOAL UN SEBENARNYA MASING2 DAERAH BEDA DAN SEMESTINYA DAERAH ITU SENDIRI YG HARUS MAMPU MENGUKUR KEMAMPUAN ANAK2 DIDIK DI DAERAH ITU...HINGGA KEDEPAN DAERAH BISA MENERAPKAN UN TERSEBUT...KARNA INDONESIA NEGARA KEPULAUAN MAKA UN HARUS ADA TAHAPAN TIAP TAHUNNYA DI MASING2 DAERAH... KALAU MEMANG DALAM DAERAH ITU ADA SEKOLAH YG MAMPU UTK IKUT UN...YAAA BISA AJA....TAPI YG JELAS HARUS ADA TARGET PERTAHUNNYA...ngono2 kok repot pot pot...

Posting Komentar

Jika tidak mempunyai account,
pada comment as silahkan pilih Anonymous
Mohon dengan bahasa yang sopan.
Terima Kasih.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls