Alhamdulillah... setelah sekian lama (hampir 1 tahun) tidak bisa dibuka karena laptop admin bermasalah, tepat pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H bisa dikelola kembali. Terima kasih telah berkunjung ke halaman ini

Selasa, 17 Januari 2012

Mengetahui Uang Asli atau Palsu Tanpa Alat

"Tiada Kata Seindah Doa"

Ilmu ternyata tidak hanya didapat dari bangku sekolah saja, kadang hanya dengan kumpul bersama teman-teman, ngobrol-ngobrol, guyon-guyon; bisa saja didapat ilmu baru. Salah satu ilmu baru ini juga didapat saat guyon-guyon di waktu istirahat.

Ceritanya ada teman yang bertugas sebagai bendahara koperasi yang tanpa diketahui ada yang setor uang sebesar Rp.100.000 ternyata uangnya palsu. Bendahara tersebut mengetahui palsu ketika mau dimasukkan ke sebuah bank swasta tempat beliaunya menitipkan uang. Diingat-ingat itu dari siapa, ternyata juga tidak ketemu. Akhirnya dengan modal sendiri bendahara membeli alat pendeteksi uang asli atau palsu.

Dilain waktu ada teman kantor yang tidak sepenuhnya bekerja disitu, lebih banyak bekerja ditempat lain. Begitu mengetahui bendahara mempunyai alat pendeteksi uang asli atau palsu, beliaunya berkomentar: "nek ibuku ngecek duit ra usah repot-repot, alate mung tembok" (kalau ibuku mau tahu keaslian uang tidak usah repot-repot, cukup menggunakan tembok). Mendengar perkataan itu semua teman heran. dan penasaran apa benar hal itu bisa dibuktikan. Akhirnya dibuktikan juga perkataan-nya, dan teman lain mencobanya.

Ternyata untuk mengetahui uang itu asli atau palsu caranya cukup dengan menggoreskan sedikit uang tersebut ke dinding dengan ujung jari. Jika di dinding meninggalkan bekas warna sesuai warna pada bagian uang yang digoreskan, maka uang tersebut asli. Dan untuk uang palsu tidak akan meninggalkan bekas warna pada tembok.

Ini adalah trik sederhana, jika anda penasaran silahkan dicoba. Tetapi pesan saya jangan sering-sering melakukan ini, karena uang bisa habis warnanya dan tidak bisa digunakan kembali untuk alat pembelian.

Memang benar kata orang "banyak teman banyak pengalaman". Semakin banyak teman akan menambah wawasan kita dalam hal apapun selama teman untuk  kebaikan, bukan teman yang hanya datang untuk mengajak ke jalan menyimpang (haram).

Semoga bermanfaat
Terima kasih Pak Tri Handoko atas ilmunya.

Ada yang punya trik lain.......? silahkan share di sini pada kolom komentar

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Subhanallah, makasih infox mas Totok.

Dariyanto (Totok) mengatakan...

sama-sama. ilmu akan semakin bertambah jika saling berbagi

Anonim mengatakan...

ya sdh sy coba memang bnar...trims

Posting Komentar

Jika tidak mempunyai account,
pada comment as silahkan pilih Anonymous
Mohon dengan bahasa yang sopan.
Terima Kasih.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls