Alhamdulillah... setelah sekian lama (hampir 1 tahun) tidak bisa dibuka karena laptop admin bermasalah, tepat pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H bisa dikelola kembali. Terima kasih telah berkunjung ke halaman ini

Sabtu, 19 Mei 2012

Narkoba, Jenis dan Dapaknya Bagi Kesehatan

"Tiada Kata Seindah Doa"

Sebagian besar masyarakat sudah tahu bagaimana dampak buruk narkoba terhadap kesehatan melalui berbagai penyuluhan di berbagai media cetak. Akan tetapi tetap saja ada kasus yang muncul bahkan beberapa tokoh masyarakat pun ikut menjadi korbannya. Padahal sebagian besar pengguna narkoba tahu dampak buruk narkoba baik sebelum menggunakannya maupun setelah kecanduan.

Sebagai seorang muslim, jangan sampai kita menghancurkan kehidupan kita di dunia yang hanya sebentar ini dengan narkoba. Sehingga merana di dunia dan di siksa pedih lagi di akhirat. 

Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” [QS. Al-Baqarah: 195]

Apa itu narkoba?
  • Narkoba adalah singkatan Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya
  • Istilah lainnya adalah Napza [Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif]. Istilah ini banyak dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi.
  • Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa,mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
  • Narkotika lebih berbahaya dan pemakai narkotika sulit untuk melepaskan ketergantungannya karena:
    1. Memiliki daya adiksi (ketagihan) yang sangat berat
    2. Memiliki daya toleran (penyesuaian)
    3. Memiliki dan daya habitual (kebiasaan) yang sangat tinggi
  • Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Lebih sering digunakan oleh dokter untuk mengobati gangguan jiwa
  • Bahan adiktif lainnya adalah zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan. [UU No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika] bahan ini merupakan bisa mengarahkan atau sebagai jalan adiksi terhadap narkotika.
Macam-macam narkoba

A. Narkotika
 
1.Narkotika Golongan I
   -narkotika yang paling berbahaya dengan daya adiktif yang sangat tinggi
   -contohnya: ganja, heroin,kokain, morfin, opium
2. Narkotika Golongan II
   -memiliki daya adiktif kuat, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian.
   -Contoh: benzetidin, betametadol, petidin dan turunannya
3. Narkotika Golongan III
  • memiliki daya adiktif atau potensi ketergantungan ringan dan dapat dipergunakan untuk terapi atau pengobatan dan penelitian.
  • contohnya: kodein dan turunannya, metadon, naltrexon dan sebagainya.
B. Psikotropika

1. Golongan I
  • daya adiktifnya yang sangat kuat, dilarang digunakan untuk terapi dan hanya untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan
  • contohnya: MDMA/ekstasi, LSD dan STP. MDMA / Ecstasy LSD (Lysergic Acid Diethylamide)
2. Golongan II
  • daya adiktifnya kuat, akan tetapi berguna untuk pengobatan dan penelitian
  •  contohnya: amfetamin, metilfenidat atau ritalin.
3. Golongan III
  • daya adiksinya sedang dan berguna untuk pengobatan dan penelitian
  • Contohnya: lumibal, buprenorsina, pentobarbital, Flunitrazepam
4. Golongan IV
  • daya adiktifnya ringan serta berguna untuk pengobatan
  • contohnya: nitrazepam (BK,mogadon, dumolid), diazepamdan
C. Bahan Adiktif
  • Contohnya: Rokok, alcohol, thinner, lem kayu, penghapus cair, aseton, cat, bensin dan lain sebagainya.

Dampak narkoba terhadap kesehatan
Pengaruh narkoba secara umum ada tiga:
 
1. Depresan
  • menekan ataumemperlambat fungsi systemsaraf pusat sehingga dapat mengurangi aktivitas fungsional tubuh.
  • dapat membuat pemakai merasa tenang, memberikan rasa melambung tinggi, memberi rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri
2. Stimulan
  • merangsang systemsaraf pusat dan meningkatkan kegairahan (segar dan bersemangat) dan kesadaran.
  • Obat ini dapat bekerja mengurangi rasa kantuk karena lelah, mengurangi nafsu makan, mempercepat detak jantung, tekanan darah dan pernafasan.
3. Halusinogen
  • dapat mengubah rangsangan indera yang jelas serta merubah perasaan dan pikiran sehingga menimbulkan kesan palsu atau halusinasi.
Keluhan umum bagi kesehatan badan: 
  • Terganggunya fungsi otak, 
  • Daya ingat menurun, sulit berkonsentrasi, 
  • Suka berkhayal, 
  • Intoksikasi (keracunan)
  • Overdosis
  • Gejala Putus Zat
  • Gangguan perilaku/mental-sosial
Keluhan khusus bagi kesehatan badan:
  • berat badan turun drastis
  • mata terlihat cekung dan merah
  • muka pucat
  • bibir kehitam-hitaman
  • buang air besar dan kecil kurang lancar
  • sakit perut tiba-tiba
  • batuk dan pilek berkepanjangan
  • sering menguap
  • mengaluarkan keringat berlebihan
  • Mengalami nyeri kepala
Setiap bahan narkoba mempunyai gejala-gejala khsusus masing-masing:
 
A. Opiat (heroin, morfin, ganja)
  • perasaan senang dan bahagia
  • acuh tak acuh (apati)
  • malas bergerak
  • mengantuk
  • rasa mual
  • bicara cadel
  • pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
  • gangguan perhatian/daya ingat
B. Ganja
  • rasa senang dan bahagia
  • santai dan lemah
  • acuh tak acuh
  • mata merah
  • nafsu makan meningkat
  • mulut kering
  • pengendalian diri kurang
  • sering menguap/ngantuk
  • kurang konsentrasi
  • depresi
C. Amfetamin (shabu, ekstasi)
  • kewaspadaan meningkat
  • bergairah
  • rasa senang, bahagia
  • pupil mata melebar
  • denyut nadi dan tekanan darah meningkat
  • sukar tidur/ insomnia
  • hilang nafsu makan
D. Kokain
  • denyut jantung cepat
  • agitasi psikomotor/gelisah
  • euforia/rasa gembira berlebihan
  • rasa harga diri meningkat
  • banyak bicara
  • kewaspadaan meningkat
  • kejang
  • pupil (manik mata) melebar
  • tekanan darah meningkat
  • berkeringat/rasa dingin
  • mual/muntah
  • mudah berkelahi
  • psikosis
  • perdarahan darah otak
  • penyumbatan pembuluh darah
  • nystagmus horisontal/mata bergerak tak terkendali
  • distonia (kekakuan otot leher)
E. Alkohol
  • bicara cadel
  • jalan sempoyongan
  • wajah kemerahan
  • banyak bicara
  • mudah marah
  • gangguan pemusatan perhatian
  • nafas bau alkohol
F. Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon)
  • bicara cadel
  • jalan sempoyongan
  • wajah kemerahan
  • banyak bicara
  • mudah marah
  • gangguan pemusatan perhatian

Gangguan prilaku dan psikologis:
  • malas
  • sering melupakan tanggung jawab
  • jarang mengerjakan tugas-tugas rutinnya
  • menunjukan sikap tidak peduli
  • menjauh dari keluarga
  • mencuri uang di rumah, sekolah, ataupun tempat pekerjaan
  • menggadaikan barang-barang berharga di rumah
  • sering menyendiri
  • menghabiskan waktu ditempat-tempat sepi dan gelap, seperti di kamar tidur, kloset, gudang, atau kamar mandi
  • bersikap manipulatif
  • sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
  • sering mengalami mimpi buruk

Overdosis (OD) Narkoba:
Terjadi apabila tubuh mengabsorbsi obat lebih dari ambang batas kemampuannya (lethal doses). Atau akibat proses toleransi tubuh terhadap obat yang terjadi terus menerus

Gejalanya:
1. Penurunan kesadaran
2. Frekuensi pernafasan kurang dari 12 kali per menit
3. Pupil miosis
4. Riwayat pemakaian morfin atau heroin mempunyai ciri yang khas yakni tanda bekas jarum suntik

Dampak tidak langsung narkoba:
  • banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan
  • Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang baik-baik dan bersikap anti sosial.
  • Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang memakai zat terlarang.
  • Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari sekolah atau perguruan tinggi
  • Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal.
  •  Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita / penjara yang sangat menyiksa lahir batin

Sumber: rangkuman beberapa artikel di situs resmi Badan Narkotika Nasional www.bnn.go.id dan sumber lainnya.

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

0 komentar:

Posting Komentar

Jika tidak mempunyai account,
pada comment as silahkan pilih Anonymous
Mohon dengan bahasa yang sopan.
Terima Kasih.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls