Alhamdulillah... setelah sekian lama (hampir 1 tahun) tidak bisa dibuka karena laptop admin bermasalah, tepat pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H bisa dikelola kembali. Terima kasih telah berkunjung ke halaman ini

Rabu, 22 Agustus 2012

"Buku Hitam Ujian Nasional" Tuntut Unas Dihentikan

"Tiada Kata Seindah Doa"

Gelombang Baru Yang Menuntut Ujian Nasional Dihentikan
Itulah judul berita yang terbit di http://jpnn.com pada selasa 21 Agustus 2012 yang berisi tentang isi dari buku yang berjudul "Buku Hitam Ujian Nasional" dimana menuntut agar pada tahun 2013 tidak ada lagi Ujian Nasional.

Berikut ulasan selengkapnya dari http://www.jpnn.com/ :

JAKARTA - Pelaksanaan ujian nasional (unas) periode 2013 masih tahap persiapan, namun gelombang penolakan sudah mulai muncul. Diantaranya tertuang dalam buku berjudul Buku Hitam Ujian Nasional, terbitan Resist Book. Pemerintah berjanji menjadikan kritik unas dalam butu tersebut sebagai bahan evaluasi.
 
Penerbitan buku ini sebelumnya sempat menggoyang persiapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam mewujudkan unas yang jujur tahun depan. Persiapan unas tahun depan sudah mulai menggeliat saat ini karena nantinya akan terdiri dari 20 variasi soal di setiap ruang ujian.
 
"Kami sudah dapatkan buku itu. Dan akan kami pelajari segala masukan-masukannya," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Khairil Anwar Notodiputro kemarin (20/8). Pejabat asal Bangkalan, Madura itu menuturkan, dirinya belum tuntas membaca buku yang diedit oleh Habe Arifin tersebut.
 
Dari pengamatan sementara, Khairil mengatakan jika kecenderungan kritikan dalam buku tersebut adalah menuntut supaya pemerintah menghentikan pelaksanaan unas. "Saya membacanya di bab I dan II saja, belum khatam. Tapi memang mengarah kesitu (tuntutan penghentian unas)," tutur dia.
 
Pejabat yang juga dosen Departemen Statistika IPB itu itu menjelaskan, untuk sementara dia mengamati jika ada dua alasan pokok yang dijelaskan dalam buku itu sebagai senjata untuk menolak keberadaan unas. Alasan pertama adalah soal legalitas unas. 
 
Alasan berikutnya adalah, negara-negara yang dijadikan rujukan pemerintah Indonesia untuk menjalankan unas ternyata sudah meninggalkan ujian yang kerap diiringi kabar kecurangan ini. "Negara-negara yang dijadikan rujukan unas adalah Amerika dan Finlandia," katanya.
 
Khairil mengatakan memang betul jika di dua negara itu sudah tidak lagi menggunakan evaluasi akhir melalui tes semacam unas. Alumni ilmu statistik di Macquarie University, Australia itu menjelaskan, di Amerika maupun Finlandia sekarang sudah menerapkan tugas semacam proyek yang dikerjakan secara berkelompok untuk memecahkan persoalan tertentu.
 
Hasil dari tugas inilah yang dijadikan dasar untuk meluluskan siswa. Dia mengatakan, dalam proyek berkelompok ini para guru memberikan tugas kepada siswa untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Hasil dari tugas ini disajikan dalam bentuk laporan, kemudian para guru menilai laporan siswa ini.
 
Khairil mengatakan Kemendikbud belum secara resmi mengkaji sejumlah usulan dalam buku ini. Namun dia mengatakan jika segala masukan dari masyarakat terkait pelaksanaan unas akan ditampung. Dia mengatakan, untuk sementara pemerintah masih menargetkan tetap akan melaksanakan unas untuk periode 2013 nanti.
 
Mendikbu Mohammad Nuh secara tegas juga belum mengatakan akan menghentikan program unas. Dia mengatakan, unas ini tidak hanya berfungsi sebagai bahan evaluasi siswa atau peserta didik. Menurut Nuh, unas juga menjadi bahan evaluasi kinerja guru. "Secara prinsi unas tahun depan tetap ada. Tapi secara formal akan dibahas dulu dengan DPR," katanya. (wan)

3 komentar:

Slamet Widiantoro mengatakan...

Unas atau UN to sekarang tuh kang ?

Dariyanto (Totok) mengatakan...

Istilah resminya kurang begitu tahu, tapi sepertinya UN lebih tepat karena pada POS tertulis POS UN bukan POS Unas.
Semoga kita dipertemukan lagi di BPTIKP

Anonim mengatakan...

Seharusnya istilah-istilah itu di buat lebih Pakem dan sesederhana mungkin biar tidak membingungkan semua pihak,karena kalau istilah di ganti-ganti kita sebagai orang tua akan kesulitan untuk memahami istilah yang seharusnya sudah baku itu, jadi biar lebih mudah untuk mengingatnya.

Posting Komentar

Jika tidak mempunyai account,
pada comment as silahkan pilih Anonymous
Mohon dengan bahasa yang sopan.
Terima Kasih.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls