Alhamdulillah... setelah sekian lama (hampir 1 tahun) tidak bisa dibuka karena laptop admin bermasalah, tepat pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H bisa dikelola kembali. Terima kasih telah berkunjung ke halaman ini

Kamis, 10 November 2011

Pojok Renungan : Korupsi dan Kolusi Berasal Dari Bawah

Membaca berita di http://jpnn.com tentang "Stor Rp.40 Juta, Ditipu Jadi PNS"; terus terang merasa heran bercampur jengkel.

Inilah beritanya:

JIKA Anda berniat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), berhati-hatilah. Jangan terbujuk rayu oknum yang mengaku bisa meloloskan Anda menjadi PNS. Di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, sudah ada 20 orang yang menjadi korban. Kepada setiap korbannya, pelaku meminta imbalan uang hingga mencapai Rp 40 juta.

“Saya dijanjikan bisa menjadi PNS, namun ternyata tidak terbukti,” kata Abdul Majid, salah seorang korban penipuan.


Majid mengaku, pelaku yang diduga pensiunan PNS itu menjanjikan setiap korbannya bisa diangkat menjadi PNS di lingkungan Pemprov DKI dengan Surat Keputusan (SK) dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Dirinya terjebak oleh pelaku karena janji manis yang diucapkan pelaku. Beberapa waktu lalu, saat mengikuti ujian masuk PNS, dia diminta menemui pelaku sesaat sebelum ujian masuk PNS. Sekitar dua minggu pasca-ujian, dia diberi SK pengangkatan PNS palsu oleh pelaku.


“Pelaku bilang ini SK sementara, untuk SK permanen akan diberikan menyusul,” akunya.


Karena merasa ditipu, Majid berniat melaporkan pelaku ke pihak yang berwajib. “Saya akan melaporkan pelaku ke pihak yang berwajib,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Taufik Hadiawan mengaku heran dengan masih adanya praktik penipuan dengan modus bisa meloloskan seseorang menjadi PNS ini. Menurutnya, Inspektorat DKI Jakarta harus bisa mengusut tuntas dan melakukan penindakan terhadap kegiatan yang merugikan masyarakat.


“Apalagi aksi tersebut ternyata dilakukan oleh oknum pensiunan PNS DKI, yang mengaku memiliki jaringan dengan oknum pejabat tinggi di lingkungan Pemprov DKI,” tegasnya. Taufik juga mengimbau, agar masyarakat tidak mudah tertipu oleh aksi penipuan tersebut.
(wok)

Kenapa heran........!
Dari berita-berita yang ada, setiap akan ada pengadaan CPNS pasti ada saja orang yang melaporkan tertipu oleh oknum-oknum yang menjanjikan bisa meloloskan menjadi CPNS. Mereka melaporkan karena tidak lolos, tetapi jika lolos pastinya mereka akan diam saja. Dan yang paling mengherankan, mayoritas yang tertipu adalah mantan mahasiswa (sarjana pastinya pernah jadi mahasiswa).

Ini sangat bertolak belakang dengan demo-demo yang dilakukan mahasiswa yang menginginkan perubahan termasuk menghapus korupsi, kolusi dan nepotisme. Jika memang menuntut seperti apa yang mereka katakan saat kuliah, tentunya tidak akan ada penyuapan untuk memuluskan menjadi seorang PNS. Itu semua terlaksana karena ada yang menyuap dan ada yang mau disuap. Tetapi jika semua orang tidak akan menyuap tentunya tidak akan ada penyuapan.

Contoh lainnya:
Ketika akan mengurus surat atau apa saja biasanya orang males dengan hal-hal yang ribet, sehingga mereka menginginkan hal yang praktis dengan cara meminta seseorang yang bekerja di tempat mencari surat tersebut untuk menguruskannya dengan jalan pintas dengan memberikan tambahan biaya kepada orang tersebut.

Sekarang kita fikirkan....!
Penyuapan terjadi karena salah siapa...?
Pejabat....?
Masyarakat....?
Atau Pemerintah....?

Yang tahu jawabannya hanya kita sendiri.

Ingat........!
Pekerjaan yang diawali dengan cara yang haram, maka hasilnya sampai kapanpun akan menjadi haram.
Apa tidak kasihan jika anak, istri ataupun suami diberi makanan bara api neraka...?
Mulai sekarang renungkanlah untuk menjadi pegawai dengan cara menyuap...!

2 komentar:

M Mursyid PW mengatakan...

Kasihan bener anak istrinya jika harus diberi makan pakai uang gaji dari pekerjaan yang diperoleh dengan cara nyuap Pak, ya? Hemh...!

Dariyanto (Totok) mengatakan...

Betul Pak...!
Semoga mereka pada sadar akan hal itu

Posting Komentar

Jika tidak mempunyai account,
pada comment as silahkan pilih Anonymous
Mohon dengan bahasa yang sopan.
Terima Kasih.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls