Alhamdulillah... setelah sekian lama (hampir 1 tahun) tidak bisa dibuka karena laptop admin bermasalah, tepat pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H bisa dikelola kembali. Terima kasih telah berkunjung ke halaman ini

Senin, 10 Oktober 2011

Mayoritas Remaja Pernah Berhubungan Suami Istri

Membaca sebuah berita di halaman yahoo.co.id benar-benar membuat tercengang dan mengelus dada "Astaghfirullah hal adzim". Sudah hancurkah moral generasi muda kita, sehingga zina sudah dianggap hal biasa. Hanya karena beralasan cinta mereka lepas dari ajaran agama. Kiblat sudah bukan lagi Ka'bah, tetapi lebih cenderung kepada budaya kebebasan dalam pergaulan.


Inilah isi berita yang saya baca dari yahoo.co.id 8 Oktober 2011:

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Enam puluh persen remaja perkotaan pernah berhubungan suami istri. Sedangkan untuk remaja pedesaan, jumlahnya diperkirakan sekitar empat puluh persen. Hal ini didasarkan pada survei yang dilakukan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Menurut ginekolog Prof Dr dr Biran Affandi SpOG (K) FAMM, hal ini diakibatkan perkembangan media yang memudahkan penyebaran informasi. “Sekarang ini informasi informasi bisa menyebar lewat mana saja. Bisa perseorangan atau social media. Hamper semua remaja mengenal internet. Dari internet orang bisa memperoleh informasi apa saja.”
Perkembangan teknologi informasi ini tentunya harus disikapi secara bijak. Surveiyang dilakukan APCOC dan PT Bayer Indonesia pada Juli 2011 menunjukkan, hampir 60 persen remaja merasa saling mencintai menjadi alasan cukup untuk berhubungan suami istri. Survei ini dilakukan di sembilan negara yaitu China, Korea Selatan, Thailand, Singapura, Indonesia, India, Pakistan, Taiwan, dan Malaysia. Jumlah responden adalah 100 orang pria dan 100 orang wanita.
Wakil dari Asia Pacific Council on Contraception (APCOC) ini menyarankan, supaya para remaja dibekali pengetahuan dini tentang seks. Pengetahuan ini menurutnya dibutuhkan supaya remaja tidak salah kaprah dalam memahami seks.

Beberapa tahun yang lalu di Yogyakarta juga pernah dilakukan penelitian yang hasilnya juga menjadi perdebatan beberapa kalangan, dimana hasilnya mayoritas mahasiswa atau pelajar di Yogyakarta sudah tidak perawan.
Ini adalah PR bagi kita semua. Pemuka agama, pemerintah, masyarakat dan khususnya para orang tua. Mari kita tanamkan dasar fondasi untuk anak-anak kita dengan fondasi agama yang kuat. Karena hanya dengan benteng Agama kita akan terhindar dari segala kerusakan moral.
Mungkin hal ini yang menyebabkan ALLAH SWT memberikan kepada negara kita berbagai cobaan yang tidak segera berakhir.

Semoga kita semua terhindar dari segala kesesatan. Hanya kepada ALLAH SWT kita kembali, dan kembalikan pedoman kita pada Al-Qur'an dan sunah Rasulullah SAW.

Ingat: Wanita ibarat gelas, sekali pecah maka sulit untuk dikembalikan seperti semula. Walaupun ditutup-tutupi maka lama kelamaan akan terlihat juga. Keperawanan seorang wanita merupakan mahkota yang sangat berharga untuk menapaki kehidupan di masa depan. Jangan korbankan MAHKOTAMU hanya untuk kebahagiaan sesaat, namun penyesalan di kemudian hari.

0 komentar:

Posting Komentar

Jika tidak mempunyai account,
pada comment as silahkan pilih Anonymous
Mohon dengan bahasa yang sopan.
Terima Kasih.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls